30 C
Indonesia
Senin, Desember 9, 2019
No menu items!

Debu Supernova Ditemukan Peneliti di Salju Antartika

Wajib Baca

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple...

Reportasee.com,- Debu Supernova telah ditemukan para peneliti di salju Antartika. Telah terungkap bahwa debu tersebut berusia sekitar 20 tahun.

Melansir dari Astronomy, Rabu (21/08/2019), tim astronom dari Jerman dan Austria baru-baru ini memanfaatkan pelestarian di Antartika dengan mengumpulkan lebih dari 1.000 pon salju yang diletakkan dalam 20 tahun terakhir.

Antartika adalah salah satu tempat paling murni di planet ini. Berkat sifatnya yang tidak ramah dan berisolasi alami, itu adalah tempat yang baik bagi para astronom untuk mencari meteorit dan bahan-bahan lain yang jatuh dari langit.

Setelah menganalisis berbagai debu dan biji-bijian yang mereka temukan di dalam salju, mereka menemukan sejumlah zat besi-60 yang mencurigakan. Jenis zat radioaktif ini memberi tahu mereka bahwa Debu Supernova itu bukan berasal dari lokal, tetapi berasal dari luar angkasa.

Terlebih lagi, mereka menduga itu berasal dari Supernova yang meledak di masa lalu.

Para astronom menduga bahwa ketika Matahari dan Bumi melintasi lingkungan galaksi lokal, keduanya akan membajak melalui awan puing-puing. Sehingga menyebabkan bahan-bahan tersebut turun ke bumi.

Penelitian Debu Supernova

Sebelum para astronom itu mempublikasikan temuan mereka pada Senin, (12/08/2019) di jurnal Physical Review Letters, mereka telah menganalisis debu kosmik yang dicari-cari selama ini.

Mereka menjalankan penelitian tentang Debu Supernova melalui instrumen yang disebut spektrometer massa untuk menentukan susunan kimiawi yang tepat dari setiap bahan yang terperangkap di dalamnya.

Ini memberi tahu mereka tidak hanya ada zat besi dan mangan dalam sampel, tetapi secara khusus zat besi-60 dan mangan-53.

Hasil Temuan Debu Supernova

Para peneliti telah melihat besi-60 seperti sebelumnya di bebatuan tua yang tertanam di dasar laut atau bahkan di Bulan.

Dalam kasus itu, mereka menaruhnya di Supernova. Bintang sekarat yang ledakannya akan menciptakan semua jenis elemen eksotis, termasuk besi-60 telah diteliti.

Namun faktanya besi-60 masih jatuh ke Bumi sehingga dapat membantu para astronom menghubungkan jatuhnya besi yang lama ke yang baru terjadi hari ini.

Kemudian mereka mulai tahu dimana dan kapan Debu Supernova terjadi yang menciptakan besi di tempat pertama. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel terbarunya, X30, akan diumumkan pada...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple mengungkapkan telah meningkatkan privasi di...

Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban

Jakarta, Reportasee.com, - Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan kota baru sedang disiapkan...

FPSH HAM Jabar Diagendakan Bertemu Presiden

Reportasee.com - Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia (FPSH HAM) Jawa Barat akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -