28.7 C
Indonesia
Minggu, Desember 8, 2019
No menu items!

Pelaku Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina Dilaporkan ke Polisi

Wajib Baca

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple...

Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban

Jakarta, Reportasee.com, - Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi...

Riyan Saputra, seorang model freelance di ibukota Jakarta, melaporkan Fitri Wahyuni dan Muhammad Bisri Havil, warga Kedunghalang, Bogor, ke Polresta Depok. Laporan itu terkait dugaan Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina.

Pasalnya, Fitri dan Havil berjanji memberikan pekerjaan di PT Pertamina jika Riyan menyerahkan sejumlah uang. Menindaklanjuti hal itu, Riyan pun sudah memberikan uang secara bertahap dengan total nilai sebesar Rp. 20.800.000.  

Sayangnya, sampai sekarang janji yang disampaikan Fitri dan Havil tidak kunjung terbukti. Riyan tidak kunjung mendapatkan panggilan dari PT Pertamina. Dia pun akhirnya menyadari telah ditipu oleh kedua pelaku. Dia memutuskan membawa kasus itu ke jalur hukum.  

Dapat Info

Pada 15 Februari 2019, Riyan mendapatkan informasi mengenai rekrutmen pegawai pertamina dari status akun bernama Fitri Than (nama asli Fitri Wahyuni). Setelah membaca informasi itu, Riyan tergiur dan menghubungi pemilik akun.  

“Lalu saya menghubunginya untuk memastikan pekerjaan itu lewat inbox. Setelah mendapatkan respon, saya tinggalkan nomor telepon. Selang berapa lama, penelepon atas nama Fitri menghubungi. Komunikasi dilanjutkan melalui whatsapp,” katanya.

Dalam komunikasi tersebut, kata Riyan, Fitri menyarankan dirinya menghubungi Muhammad Bisri Havil (pacar Fitri). Alasannya, Havil yang lebih mengetahui informasi soal rekrutmen pegawai Pertamina.  

Singkat cerita, Riyan mengaku langsung menghubungi Havil untuk memastikan soal informasi rekrutmen pegawai Pertamina. Havil dengan humble memberikan respon cepat dan memperkenalkan diri sebagai Operasional Niaga Pertamina.  

“Lewat whatsapp, Havil menjelaskan mengenai mekanisme alur rekrutmen pegawai Pertamina. Havil meminta uang pangkal sebesar Rp. 6 juta, agar ditransfer ke rekening BCA miliknya (27 Januari). Alasannya sebagai bukti keseriusan ingin bergabung di Pertamina,” katanya.

SK Segera Turun

Beberapa hari kemudian, lanjut Riyan, Havil menginformasikan bahwa surat keputusan (SK) akan segera turun (10 Februari). Dia kembali meminta uang sebesar Rp. 9 juta. Uang tersebut akan diserahkan ke bagian HRD ditujukan untuk keperluan pemberkasan pegawai baru.

Namun, kata Ryan, Havil kemudian memberikan informasi adanya pengunduran waktu rekrutmen pegawai Pertamina. Hal itu setelah SK yang dijanjikan tidak turun pada tanggal yang telah ditentukan.

“Saya pun bersedia menunggu. Pada saat menunggu, Havil kembali menghubungi, dan meminta saya mentransfer kekurangan uang sebesar Rp. 5,8 juta. Uang itu digunakan untuk meluluskan test medical check up,” katanya.

Bukti Transfer ke Pelaku Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina

Transfer Lagi

Setelah uang ditransfer, kata Riyan, Havil kembali meyakinkan bahwa dirinya dalam waktu dekat akan segera diterima berkerja di Pertamina. Setelah waktu yang dijanjikan tiba, lagi-lagi Havil menyampaikan adanya pengunduran waktu dari bagian HRD.

“Karena menunggu terlalu lama, akhirnya saya memutuskan kembali ke dunia model. Havil protes karena saya kembali ke dunia model. Saya dan Havil sempat berdebat soal ini. Entah apa alasannya, menurut saya konyol,” kata Riyan.  

Riyan menambahkan, Havil kembali menjanjikan setelah Pemilu Presiden dirinya pasti bekerja di Pertamina. Havil beralasan, rekrutmen pegawai Pertamina diundur karena menghadapi suasana pemilu.

Tapi setelah selesai Pemilu, bahkan hingga Idul Fitri, Riyan mengaku tidak kunjung ada panggilan bekerja dari Pertamina sebagaimana dijanjikan Havil. Akhirnya, Riyan memutuskan melapor ke Polresta Depok.

Berharap Ditindaklanjuti

Laporan Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina

“Saya berharap, kasus ini segera ditindaklanjuti. Pelakunya segera ditangkap. Agar tidak ada lagi korban kasus penipuan rekrutmen pegawai Pertamina,” katanya.

Sampai berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan BUMN terkait dugaan Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina. Termasuk informasi soal penangkapan pelaku dugaan Kasus Penipuan Rekrutmen Pegawai Pertamina dari kepolisian. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Berita Terbaru

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple mengungkapkan telah meningkatkan privasi di...

Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban

Jakarta, Reportasee.com, - Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan kota baru sedang disiapkan...

FPSH HAM Jabar Diagendakan Bertemu Presiden

Reportasee.com - Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia (FPSH HAM) Jawa Barat akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk...

LG G8 ThinQ Hadir Dengan Versi OS Terbaru Android 10

Reportasee.com, - LG G8 ThinQ Hadir Dengan Versi OS Terbaru Android 10. Setelah berada dalam program beta, LG akhirnya membawa versi...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -