Berantas Rokok Ilegal, Pemprov Jateng Hibahkan Dana Rp 1,5 Miliar

0
392
Pemprov Jateng Hibahkan Dana Rp 1,5 Miliar
Foto : Pemprov Jateng Hibahkan Dana Rp 1,5 Miliar (Tribunnews)

JATENG,- Dana hibah sebesar Rp 1,5 miliar dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah/ Pemprov Jateng kepada Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng dan DIY. Dana ini diharapkan dapat menekan persentase peredaran rokok ilegal di tahun 2019.

“Kementerian Keuangan menargetkan penurunan persentase peredaran rokok ilegal di tahun 2019 menjadi 3%. Dengan kontribusi hibah daerah ini, diharapkan semakin banyak kegiatan operasional yang turut membantu upaya tersebut,” ujar Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen.

Dana ini diberikan pada saat Apel Gempur Rokok Ilegal di Kantor Wilayah Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Jateng dan DIY, Senin (17/6/2019).

Wagub mengungkapkan, menurut survei pada 2017, peredaran rokok ilegal tercatat sebesar 10,9 persen dari nilai cukai nasional. Selanjutnya turun menjadi 7,04 persen pada tahun 2018.

“Padahal pajak dan cukai hasil tembakau didapatkan dari industri rokok dan pertanian tembakau yang luasnya di Jateng sekitar 12 sampai 13 persen dari luas perkebunan tembakau seluruh Indonesia,” ujar Wagub.

Industri Rokok

Keberadaan Industri Hasil Tembakau (IHT) amatlah strategis. Tidak hanya memberi kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara melalui cukai dan pajak hasil tembakau, tapi juga mampu menyerap tenaga kerja dari sektor hulu sampai hilir.

Bahkan, tidak sedikit program pembangunan daerah yang dapat dikerjakan menggunakan dana dari hasil pajak dan cukai rokok, seperti pembangunan sarana kesehatan, pengembangan industri, pembangunan UMKM, pertanian, hingga pemberian dana hibah.

“Industri rokok dan perkebunan tembakau juga menjadi salah satu komponen penting dalam penyerapan tenaga kerja bersifat padat karya,” ujar pria yang pernah menjadi anggota DPRD Jateng itu.

Pihaknya juga berharap, kucuran dana ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung berbagai program DJBC, khususnya terkait dengan upaya meningkatkan pemasukan dari pajak rokok.

Dengan diberikannya dana hibah sebesar Rp 1,5 miliar tersebut, Jateng menjadi provinsi pertama yang berikan dana hibah ke Bea Cukai untuk pemberantasan rokok ilegal.

Sinergi Antar Instansi

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng dan DIY, Parjiya, menjelaskan, kerjasama Bea Cukai dengan Pemprov Jawa Tengah tersebut juga merupakan bentuk sinergi antar instansi sebagai bentuk keseriusan dalam penegakkan hukum. Khususnya terkait pemberantasan rokok ilegal.

“Kita tentu akan menjaga amanah hibah dari Pemrov Jateng ini sehingga kinerja dalam pemberantasan rokok ilegal akan semakin optimal,” Kata Parjiya. ***

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here