Penelitian; Usahatani Kedelai Panen Tua dan Muda

0
452
Menimbang Hasil Panen Kedelai di tingkat Petani
Foto : Hasil Panen Kedelai (Ist. Net)

ARTIKEL,- Penelitian tentang Kelayakan Usaha dan Produktivitas Tenaga Kerja; Antara Usahatani Kedelai Panen Tua dan Panen Muda. Penelitian ini ditulis oleh Daud Hoerudin. Penelitian ini di bawah bimbingan H. Dei Sufyadi dan Hj. Ida Hodiyah.

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah cara panen muda merupakan cara yang lebih baik dalam usahatani kedelai. Dan hubungannya terhadap peningkatan kelayakan usaha dan pendapatan.

Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus dilakukan pada populasi secara sengaja (purposive) di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kertanangga, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.

Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data ini dianalisa melalui uji T tidak berpasangan dan analisis deskripsi kelayakan usaha dan produktivitas tenaga kerja.

Kelayakan usaha dan produktivitas tenaga kerja antara usahatani kedelai panen tua dan panen muda menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata. Hal itu merujuk hasil analisis varian dengan uji F. Sedangkan hasil uji T menunjukkan perbedaan yang nyata.

Analisis kelayakan usaha menggunakan R/C rasio. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kelayakan usaha kedelai dengan panen muda memiliki R/C rasio 1,65. Angkanya lebih tinggi dibanding dengan panen tua memiliki R/C rasio 1,50.

Analisis produktivitas tenaga kerja menggunakan Output/Input. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produktivitas tenaga kerja usahatani kedelai dengan panen tua memiliki produktivitas sebesar 10,96 Kg/HOK. Angka ini lebih tinggi dibandingkan usahatani kedelai panen muda sebesar 9,43 Kg/HOK.

Kedua cara panen kedelai, baik dengan panen tua maupun panen muda layak diusahakan karena memiliki R/C rasio lebih dari satu.

Dengan cara panen muda, dapat menghemat tenaga kerja dan biaya pasca panen. Terutama pada kegiatan pemisahan polong dengan kulit kacang, penyortiran dan pengeringan.

Alasannya, karena kegiatan tersebut tidak dilakukan pada usahatani kedelai panen muda. Dengan demikian biaya total menjadi lebih rendah dan usahatani dengan cara panen muda lebih menguntungkan. ***

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here