Soft Selling VS Hard Selling dalam Pemasaran Digital, Bedanya Apa?

0
153
Soft Selling VS Hard Selling dalam Pemasaran Digital

Reportasee.com – Dalam teknik penjualan, ada berbagai cara untuk memasarkan, diantaranya adalah soft selling dan hard selling.

Kedua teknik ini juga bisa diterapkan dalam penjualan pemasaran digital di era sekarang ini.

Nah, untuk memperjelas antara kedua teknik ini, kita akan membahas perbandingan soft selling vs hard selling.

Soft Selling

Anda mungkin pernah membaca caption atau menonton iklan yang awalnya membahas A, tapi pada akhirnya justru berjualan sebuah produk atau menawarkan jasa.

Iklan seperti ini biasanya tersirat dan tidak secara jelas dalam pengutaraanya. Ada yang menggunakan cara story telling atau malah quiz yang diakhiri dengan penawaran produk.

Teknik seperti ini biasanya digunakan dalam penjualan produk di media sosial yang memanfaatkan caption atau status sebagai cara mereka berjualan.

Namun juga tidak sedikit iklan di TV yang memanfaatkan cara soft selling ini yang misalkan diawali dengan kisah keberhasilan seseorang, yang kemudian di ujung iklan menampilkan produk susu bayi.

Soft selling juga biasanya tidak hanya menjual kisah, tapi beberapa perusahan bahkan menggunakan teknik membagikan contoh produk secara gratis untuk dicoba.

Jika kemudian calon pembeli merasa puas atau setidaknya tertarik, maka penjual akan melancarkan cara untuk melakukan penawaran.

Untuk saat ini, yang banyak diandalkan di era digital, khususnya di media sosial adalah promosi soft selling dengan cara give away atau mengadakan bagi-bagi hadiah.

Syaratnya harus mention beberapa orang teman dan membagikan poster produk yang dijual.

Cara ini dibilang cukup ampuh karena dengan cara ini orang yang akunnya disebut dan lingkar pertemanan media sosial seseorang yang turut dalam give away jadi terpapar.

Sehingga mau tidak mau mereka jadi melihat produk yang ditawarkan sekaligus yang menjadi hadiah dalam give awaynya.

Hard Selling

Membahas soft selling vs hard selling cukup menyenangkan, apalagi jika Anda berminat pada dunia pemasaran. Nah, setelah membahas soft selling akan kita ulas mengenai hard selling.

Hard selling adalah kebalikan dari soft selling yang melakukan penjualan dengan samar-samar. Sementara hard selling lebih terang-terangan dan to the point pada sasarannya.

Para penjaja dengan teknik hard selling seperti ini biasanya  dibarengi dengan cara promosi yang juga lebih terbuka.

Misalkan dengan penawaran berupa potongan harga atau diskon yang menarik, sehingga secara sadar calon pembeli langsung menuju ke arah penjualan tersebut.

Selain penawaran berupa potongan harga, hard selling juga biasanya dilakukan dengan cara menyatukan beberapa produk dan dijadikan satu paket, kemudian dijual dengan harga yang lebih murah.

Biasanya teknik ini dilakukan oleh mereka yang menjual produk seperti make up, sabun mandi, hingga mie instan.

Ada juga yang menggunakan doorprize sebagai teknik hard selling. Hal ini dilakukan dengan cara misalkan membeli barang dengan jumlah tertentu akan dapatkan kupon dan undian.

Bagi mereka yang beruntung, bisa dapatkan aneka hadiah sampai dengan tiket liburan.

Setelah melihat perbedaan antara soft selling vs hard selling, mana menurut Anda yang paling menarik dan bisa menarik minat pembeli dengan lebih cepat?

Teknik Pemasaran Soft Selling di Era Digital

Teknik Pemasaran Soft Selling di Era Digital

Sebuah bisnis tentu akan lebih maksimal dijalankan jika menggunanakan strategi dan promosi yang tepat.

Salah satu teknik yang efisien di era digital ini salah yaitu pemasaran soft selling. Berikut ini adalah trik menerapkan Teknik Pemasaran Soft Selling. Simak ya!

Menentukan Segmentasi Pasar

Tak bisa dipungkiri, dalam berbisnis menentukan target pasar merupakan suatu hal yang penting sekali.

Tentu tak menarik kan jika Anda salah sasaran yang bisa berimbas buruk terhadap usaha Anda?

Sebelum memulai berbisnis, Anda harus memahami betul kepada siapa dan dimana produk tersebut akan efisien ditawarkan.

Jadi, efektiftnya tentukan dahulu kepada siapa Anda akan menjual produk tersebut misalnya apakah mehasiswa, pria, wanita, dokter dan lainya.

Selain itu, tentukan dimana Anda akan menjual produk tersebut? apakah di perkotaan, di pedesaan, kantor, dan lainya pun penting diketahui.

Anda pun juga bisa menentukan segmentasi pasar dengan mengklasifikasikan target pasar Anda tersebut. Misalnya apakah target pasar itu orang tua, anak-anak, ataupun remaja.

Jika target pasar sudah ditentukan, maka Anda pun lebih mudah untuk menetukan teknik promosi soft  selling yang efisien seperti apa.

Ciptakan Konten Menarik

Sebagaimana yang telah kita ketahui dalam teknik pemasaran soft selling, efisiennya suatu produk jasa-jasa di tawarkan terlebih dahulu sebelum nantinya dijual.

Nah, Agar penjualan secara soft selling ini bisa maksimal, menghadirkan konten yang berkualitas sangat penting sekali dilakukan.

Beberapa media yang efektif untuk media pemasaran soft selling yaitu medos, website atau blog.

Anda bisa memanfaatkanya untuk membuat artikel atau informasi terkait dengan produk yang Anda tawarkan tersebut.

Suatu konten yang menarik, idealnya yaitu dapat menarik minat pembeli, sehingga mereka pun penasaran untuk membeli.

Maka dari itu, kalimat promosi yang Anda gunakan harus simple dan tidak berbelit-belit. Jangan juga terlalu sering menyebut produk agar calon pembeli tak bosan.

Misalnya, jika Anda sedang menjual produk sepatu, maka Anda bisa membuat artikel yang merangkum jenis-jenis sepatu terbaik maupun tips membeli sepatu. Anda pun juga bisa membuat  poster sepatu terbaik untuk olahraga.

Agar pembeli lebih percaya dengan produk yang Anda tawarkan, sisipkan juga dalam artikel tersebut logo, link atau contoh produk yang Anda miliki.

Dengan cara ini, maka secara otomatis pembeli akan paham dengan bisnis Anda, meskipun tidak melakukan penawaran secara langung.

Menciptakan Campaign

Teknik pemasaran soft selling yang bisa Anda terapkan untuk menarik minat pasar selanjutnya yaitu dengan menerapkan campaign.

Teknik ini sangat cocok terutama bagi Anda yang menawarkan produk secara universal contohnya berupa makanan atau minuman semua usia.

Bukan hanya promosi yang berbentuk iklan saja, teknik campaign ini jga memungkinkan Anda untuk melakukan demonstrasi produk secara langsung ke orang lain ataupun dengan cara lain yang kreatif.

Cara kreatif menciptakan campaign ini misalnya Anda bisa memanfaatkan media sosial seperti instagram dengan membuat kompetensi foto pada moment tertentu.

Nah, pemeneng dari kompetensi tersebut diberi hadiah berupa produk yang sedang Anda jalankan tersebut.

Maka, ini akan membuat konsumen penasaran dan secara otomatis mereka akan lebih mengenal produk yang anda pasarkan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here